Rabu, 16 November 2016

kawasan asia tenggara

BAB II IPS KELAS IX SEMESTER 2 (bag.1)


BAB II

KETERKAITAN UNSUR-UNSUR GEOGRAFIS DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA

1.        UNSUR-UNSUR FISIK KAWASAN ASIA TENGGARA:









 a.        Letak Astronomis: 
11° LU - 11°LS dan 95°BT - 141°BT
b.        Letak geografis:
Terletak di antara dua samudera (Indonesia dan Fasifik) dan antara dua benua (Asia dan Australia)
c.        Luas:
Luas wilayah Asia Tenggara beserta wilayah perairannya adalah + /- 4. 511.167 km2
d.        Batas:
Utara                : Cina dan Samuder Pasifik
Barat : India dan Bangladesh
Selatan              : Samudera Hindia dan Australia
Timur                : Papua Nugini dan Samudera Pasifik
e.        Bentang Alam:
1)        Pegunungan:
Asia Tenggara berada pada deretan Pegunungan Sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.
Pegunungan Sirkum Mediterania terbentang mulai dari Eropa Selatan – Pegunungan Arakan (Myanmar) – Pegunungan Bukit Barisan (Sumatera) – Indonesia Timur.
Pegunungan Sirkum Pasifik terbenang mulai dari Amerika Selatan – Pegunungan Rocky (Amerika Utara) – Pegunungan di Jepang -  Pegunungan di Korea – Pegunungan di Filipina – Pegunungan di Kalimantan – Sulawesi – Indonesia Timur
Kedua Jalur Pegunungan tesebut bertemu di Perairan Sibolga (Laut Banda)
2)        Dataran Rendah
Dataran rendah di wilayah Asia Tenggara meliputi :
a.        Sungai Mekong (melalui Laos, Kamboja)
b.        Sungai Menom (Thailand)
c.        Sungai Irawadi dan Salwen (Myanmar)

f.         Iklim
Dilihat dari letak lintangnya Asia Tenggar beriklim muson laut tropis yang sifatnya basah dan hangat. Asia Tenggara memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau yang terjadi setiap 6 bulan sekali:
1)        April – Oktober :
-          Bertiup angin muson dari Australia menuju Asia (Angin Muson Tenggara) sehingga terjadi musim kemarau di wilayah Indonesia
-          Di utara Khatulistiwa terjadi pembelokan angin ke kanan (Angin Muson Barat Daya) yang sifatnya basah sehingga terjadilah hujan di wilayah Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaka, dan Indonesia Barat.
2)        Oktober – April
-          Bertiup angin dari Samudera Pasifik (Angin Muson Timur Laut) sehingga di belahan bumi utara tutun hujan
-          Di selatan Khatulistiwa angin belok ke kiri (Angin Muson Barat Laut) sehingga Indonesia mengalami musim hujan

g.        Sumber Daya Alam
Sumber daya alam di kawasan Asia Tenggara  dapat digolongkan sebagai berikut :.
1.        Tanah
Berikut ini adalah jenis tanah yang mendominasi kawasan Asia Tenggara.
a)        Tanah Vulkanik
Tanah Vulkanik merupakan jenis tanah hasil proses vulkanisme (gunung berapi).Tanah jenis vulkanik bersifat subur. Karena subur maka sangat baik untuk pertanian. Tanah jenis ini terdapat di Negara Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar.
b)        Tanah Aluvial (Endapan)
Tanah Aluvial (Endapan) merupakan jenis tanah yang dibawa dan diendapkan oleh aliran air sungai. Karena subur tanah aluvial maka sangat baik untuk pertanian. Tanah aluvial terdapat di lembah/tepi aliran sungai dan delta. Di kawasan Asia Tenggara tanah aluvial terdapat di lembah dan delta Sungai Nan, Sungai Mekong, dan Sungai Bengawan Solo.
2.        Hutan/Flora dan Fauna
Kawasan Asia Tenggara sebagian besar beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Keadaan ini menumbuhkan hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna.Hutan menghasilkan kayu dan rotan yang berguna untuk membuat beraneka macam barang dan bahan bangunan.
3.        Perairan
Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut.Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
- Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
- Sebagai jalur transportasi air.
- Sebagai objek wisata.
- Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi.
4.        Tambang
Kecuali Singapura, setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki hasil tambang. Singapura adalah negara kecil yang tidak memiliki hasil tambang yang berarti.

h.        Penduduk Asia Tenggara
1.        Suku Bangsa di Kawasan Asia Tenggara
Menurut A. L Kroeber, suku bangsa yang tinggal di kawasan Asia Tenggara merupakan keturunan dari dua ras, yaitu sebagai berikut.
a . Ras Negroid yang menempati Semenanjung Melayu dan wilayah Negara Filipina.
b. Ras Mongoloid, yang menempati Kepulauan Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ras Mongoloid yang ada di Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Proto Melayu (Melayu Tua), yang menurunkan suku Batak, Dayak, dan Toraja;
2) Deutro Melayu (Melayu Muda), yang menurunkan suku Bali, Jawa, dan Minangkabau.
Adapun suku-suku yang jumlahnya besar di Asia Tenggara antara lain sebagai berikut.
a) Suku bangsa Lao Yao dan Thai di Laos dan Thailand.
b) Suku bangsa Semang dan Sakai di Malaysia.
c) Suku bangsa Khmer di Kamboja.
d) Suku bangsa Man, Tho, Muong ,dan Vietnam di Vietnam.
e) Suku bangsa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan Dayak di Indonesia.
f ) Suku bangsa Cina, India, Melayu, dan Pakistan di Singapura.
2.        Jumlah Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Pada tahun 2003, jumlah penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah 544 juta jiwa.
Tabel 10.2 Jumlah Penduduk Negara Asia Tenggara

 
i.         Kegiatan Ekonomi
1)        Pertanian :
Teh, tembakau, tebu, karet, kelapa, sawit
2)        Pertambangan
No.
Negara
Hasil Tambang
1.
Brunei Darussalam
Minyak bumi dan gas alam
2.
Filipina
Bijih besi, chrom, tembaga, emas, besi, mangaan,
timbal, perak
3.
Indonesia
Minyak bumi, gas alam, emas, perak, timah putih,
bijih besi
4.
Kamboja
Bijih besi, mangaan, fosfat, emas
5.
Laos
Batu bara, bijih besi, belerang, emas, gibs, timbale,
tembaga
6.
Malaysia
Timah putih, minyak bumi dan gas alam, bijih besi,
7.
Myanmar
Minyak bumi, emas, timbal, tembaga, timah
8.
Thailand
Timah putih, emas, wolfram, timah hitam, mangaan
9.
Timor Leste
Emas, mangaan, marmer, minyak bumi
10.
Vietnam
Emas, bijih besi, timah, gamping fosfat, seng, dan
minyak bumi
3)        Kehutanan
Hutan di Asia Tenggara merupakan:
a.        Penghasil kayu
b.        Tempat hidup aneka satwa (harimau, gajah, banteng, uanggas, dan reptil)
c.        Cadangan air tawar
4)        Perindustrian
Jenis industri di Asia Tenggara berupa industri roti, gula, rokok, bahan makanan, elektronika, dan otomotif.
j.         Kerja sama Indonesia dengan Negara-negara Asia Tenggara:
1)        Dengan Malaysia:
a.        Bidang Perdagangan:
Ekspor Utama : Elektronik, alat-alat listrik, minyak dan gas, tekstil,pakaian, dan minyak sawit
Impor Utama : Alat-alat industri,  mesin, dan transportasi.
b.        Bidang Kebudayaan:
Pertukaran acara TV, pertukaran pelajar
2)        Dengan Thailand:
Di Bidang perdagangan:
Ekspor Utama : Tekstil, komputer dan komponennya, integrated circuit, berlian, pakaian Impor Utama : Mesin industri, baja, alat-alat listrik, suku cadang kendaraan
3)        Dengan Filipina:
Di bidang perdagangan:
Ekspor Utama : Elektronik, garmen, komponen listrik kendaraan bermotor, kerajinan dan furniture, minyak, pisang, dan lain-lain.
Impor Utama : Elektronik, oli, mesin industri, kendaraan, baja, alumunium, dan lain-lain.
4)        Dengan Singapura:
Di bidang perdagangan:
Ekspor Utama : Minyak, mesin industri, radio & televisi dan komponennya,
komponen elektronik, pakaian , minuman ringan & rokok.
Impor Utama : Minyak mentah, baja dan alumunium, mesin industri, generator
listrik , dan komponen elektronik.
5)        Dengan Brunei Darussalam:
a.        Di bidang perdagangan:
Ekspor Utama : Minyak dan gas, tekstil
Impor Utama : Kendaraan bermotor, mesin, barang pabrikan, Makanan, dan kimia.
b.        Di bidang kebudayaan:
Pengiriman guru dan dokter ke Brunei
6)        Dengan Timor Leste
Di bidang perdagangan:
Impor Utama : BBM dan Sembako dari Indonesia.
7)        Dengan Laos
Di bidang perdagangan:
Ekspor : timah, kayu, kulit
Impor: kendaran bermotor, traktor, mesin-mesin, peralatan listrik  dsb.
8)        Dengan Myanmar
Di bidang Agama:
Terbentuk kerja sama antarpenganut agama Buddha
Di bidang kebudayaan:
Adanya kunjungan misi budaya antara dua Negara sebagai upaya sling tukar pengalaman dan pengembangan kebudayaan
9)        Dengan Vietnam:
a)        Di bidang perdagangan:
Indonesia mengimpor beras
b)        Di bidang politik:
Indonesia membantu proses perdamaian antara /Vietnam Utara dan Vietnam Selatan
c)        Di bidang ekonomi:
Pertukaran tenaga ahli pertanian
10)       Dengan Kamboja:
a)        Di bidang politik:
Indonesia aktif dalam mendamaikan pihak yang bertikai melalui forum Jakarta Informal Meeting
b)        Di bidang pertanian:
Kamboja mengirimkan tenaga kerja untuk dilatih di Indonesia

2.        NEGARA-NEGARA DI ASIA TENGGARA:
Beberapa contoh deskripsi Negara-negara di Asia Tenggara
a.        Malaysia
·          Bentuk Pemerintahan : Kerajaan
·          Kepala Negara : Sultan Yang Dipertuan Agung
·          Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
·          Ibu kota : Kuala Lumpur
·          Lagu Kebangsaan : Negaraku
·          Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
1)        Kenampakan Alam Utama
Malaysia terdiri atas dua kawasan utama yang dipisahkan oleh Laut China Selatan, yaitu kawasan di Semenanjung Malaka dan di Kalimantan. Kedua kawasan memiliki bentuk permukaan bumi yang sama. Di daerah pantai tanahnya landai. Pegunungan terdapat di Semenanjung Malaka membujur di bagian barat ke timur. Di tengahnya  dataran rendah yang berrawa-rawa dan berhutan lebat. Pada bagian timur terdiri  atas rawa pantai dan pegunungan karang. Iklim Malaysia ialah tropik (khatulistiwa).  Di bagian timur terdapat pegunungan yang merupakan puncak tertinggi di Malaysia,  yaitu Gunung Kinabalu (4.101m)
·          Letak astronomis : 10LU – 70 LU dan 1000 BT- 119 0BT
·          Luas Wilayah : 330.300 km2
·          Iklim : Tropik, suhu antara 240C – 350C
·          Gunung Tertinggi : Gunung Kinabalu ( 4.175 m)
·          Sungai Terpanjang : Sungai Rajang di Serawak (563 km)

2)        Keadaan Sosial
Malaysia terdiri atas berbagai bangsa dan agama. Etnis Melayu merupakan etnis terbesar. Jumlahnya 60% dari penduduk Malaysia. Etnis Cina berjumlah 30 % dari penduduk Malaysia. Etnis India berjumlah 6,4%. Hampir 85% dari etnis India di Malaysia merupakan masyarakat Tamil. Selain itu, terdapat penduduk yang berasal  dari Eropa dan Timur Tengah. Sebanyak 57 % penduduknya tinggal di perkotaan. Sebanyak 17 juta penduduk Malaysia tinggal di Semenanjung Malaysia.
·          Jumlah Penduduk : 26,127 juta (tahun 2006).
·          Suku Bangsa : Melayu (suku asli), Cina, India, dan Eropa.
·          Bahasa : Melayu, English, Chinese, Tamil.
·          Agama : Islam(resmi), Buddha, Hindu, Kristen, dan Konghucu.
3)        Keadaan Ekonomi
Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bertani (agraris). Hasil pertanian utama adalah karet dan kelapa sawit. Malaysia adalah penghasil karet terbesar di dunia. Hasil tambang yang utama adalah timah. Nelayan masih menggunakan perahu-perahu tradisional dan hanya sedikit menyerap tenaga kerja.
·          Mata Uang : Ringgit Malaysia .
·          Hasil Pertanian : Karet, kelapa sawit, beras, kayu .
·          Hasil Tambang : Timah, besi, minyak, bauksit.
·          Hasil Industri : Elektronik, tekstil, pakaian, kimia, minyak, mebel dari kayu,
·          dan rotan.
·          Ekspor Utama : Elektronik, alat-alat
·          listrik, minyak dan
·          gas, tekstil,pakaian,
·          dan minyak sawit
·          Impor Utama : Alat-alat industri,
·          mesin, dan transportasi.
·          Pendapatan Perkapita : US$ 4960 (tahun 2005).
b.        Thailand (Muangthai)
·          Bentuk Pemerintahan : Kerajaan
·          Kepala Negara : Raja
·          Kepala Pemerintahan : Perdana
·          Menteri
·          Ibu kota : Bangkok
·          Lagu Kebangsaan : Pleng Chard
1)        Kenampakan Alam Utama

Thailand memiliki bentuk permukaan bumi yang beragam. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon  (2.576m). Sebelah timur laut terdapat  pegunungan Koral, yang dibatasi di timur  oleh sungai Mekong. Wilayah tengah Negara didominasi lembah sungai Chao Phraya  yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir  ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan  terdapat Tanah Genting Kra, dataran paling  sempit di Thailand. Di bagian tengah terdapat sungai Chao Phraya yang subur. Daerah utara dan barat terdapat pegunungan, dengan puncak tertinggi adalah Gunung Doi Inthanon (2.594). Semenanjung Thailand bagian selatan, banyak berbukit-bukit rendah sampai di perbatasan Malaysia.
·          Letak astronomis : 5° LU – 21° LU dan 97°BT – 106°BT.
·          Luas Wilayah : 513.998 km²
·          Iklim : Tropik
·          Gunung Tertinggi : Doi Inthanon (2.576 m)
2)        Keadaan Sosial
Suku yang terbesar di Thailand adalah suku Thai (75%), Tionghoa (14%), suku Melayu (4%), Khmer (3%), lainnya (4%). Sebagian besar penduduknya beragama Buddha. Mereka tinggal di daerah utara dan tengah. Sementara agama Islam berkembang di daerah selatan. Akhir –akhir ini (2007) sering terjadi pertikaian antara penduduk Islam di wilayah selatan dengan aparat pemerintah Thailand yang mayoritas Buddha.
·          Jumlah Penduduk : 64,763 juta (tahun 2006)
·          Suku Bangsa : Thai(suku asli), Cina, Melayu
·          Bahasa : Thai(resmi), Cina, Inggris
·          Agama : Buddha (resmi), Islam, Kristen
3)        Keadaan Ekonomi
Mata pencaharian penduduk Thailand sebagian besar adalah bertani (agraris). Hasil pertanian yang utama adalah beras. Thailand merupakan lumbung beras di kawasan Asia Tenggara. Hasil tambang yang utama adalah timah dan mangaan.
Pariwisata merupakan sumber penghasilan devisa yang besar bagi Thailand.
·          Mata Uang : Bath
·          Hasil Pertanian : Beras, karet, jagung, tapioka, gula, rami, kelapa
·          Hasil Tambang : Antimonium, timah, besi, mangaan
·          Hasil Industri : Elektronik, berlian, pakaian, dan tekstil.
·          Ekspor Utama : Tekstil, komputer dan komponennya, integrated circuit,
·          berlian, pakaian
·          Impor Utama : Mesin industri, baja, alat-alat listrik, suku cadang kendaraan
·          Pendapatan Perkapita : US $ 2750 (2005)
c.        Filipina
·         Bentuk Pemerintahan : Republik
·          Kepala Negara          : Presiden

Tanam Paksa

Masa Sistem Tanam Paksa

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Belanda untuk menutup kekosongan kas keuangan negara, satu di antaranya adalah dengan menerapkan aturan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) di Indonesia. Istilah tanam paksa berasal dari bahasa Belanda, yaitu Cultuurstelsel (sistem penanaman atau aturan tanam paksa). Pencetus ide tanam paksa dan sekaligus pelaksana aturan tanam paksa di Indonesia adalah Johannes Van Den Bosch yang kemudian diangkat menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

a. Isi Aturan Tanam Paksa
1) Tuntutan kepada setiap rakyat Indonesia agar menyediakan tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak melebihi 20% atau seperlima bagian dari tanahnya untuk ditanami jenis tanaman perdagangan.
2) Pembebasan tanah yang disediakan untuk cultuurstelsel dari pajak, karena hasil tanamannya dianggap sebagai pembayaran pajak.
3) Rakyat yang tidak memiliki tanah pertanian dapat menggantinya dengan bekerja di perkebunan milik pemerintah Belanda atau di pabrik milik pemerintah Belanda selama 66 hari atau seperlima tahun.
4) Waktu untuk mengerjakan tanaman pada tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak boleh melebihi waktu tanam padi atau kurang lebih 3 (tiga) bulan.
5) Kelebihan hasil produksi pertanian dari ketentuan akan dikembalikan kepada rakyat.
6) Kerusakan atau kerugian sebagai akibat gagal panen yang bukan merupakan kesalahan petani seperti bencana alam dan terserang hama, akan ditanggung oleh pemerintah Belanda.
7) Penyerahan teknik pelaksanaan aturan tanam paksa kepada kepala desa.

Bentuk-bentuk penyimpangan atas Aturan Tanam Paksa:
1. Pemberlakuan cultuur procenten, yaitu bonus untuk para pegawai pemerintah Belanda yang mampu menyerahkan pajak lebih banyak.
2. Para pegawai pemerintah Belanda dapat mengambil lebih dari 1/5 bagian tanah rakyat dan dapat memilih jenis tanah yang subur untuk tanaman ekspor.
3. Kewajiban rakyat yang tidak memiliki tanah untuk bekerja di pabrik atau perkebunan Belanda yang melewati ketentuan.
4. Pembebanan pajak tanah kepada para petani.
5. Waktu pengerjaan tanah cultuurstelsel ternyata lebih dari 3 bulan.
6. Tidak ada pengembalian kelebihan hasil produksi pertanian.
7. Pembebanan pajak kepada para petani atas kerusakan atau kerugian akibat gagal panen.

b. Pelaksanaan Aturan Tanam Paksa
Pelaksanaan aturan tanam paksa sudah dimulai pada tahun 1830 dan mencapai puncak perkembangannya hingga tahun 1850, yaitu dengan ditandai dengan hasil tanam paksa mampu mencapai jumlah tertinggi. Dengan demikian, keuntungan tinggi dapat diperoleh pemerintah Belanda dari pelaksanaan aturan tanam paksa ini.


Tekanan-tekanan yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda terhadap rakyat Indonesia dalam upaya mencari keuntungan dari pelaksanaan aturan tanam paksa tersebut mulai menurun akibat adanya berbagai kritikan tajam terhadap pemerintah Belanda yang dipandang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.
Pada tahun 1860, system tanam paksa yang diberlakukan untuk menanam lada dihapuskan dan pada tahun 1865 menyusul dihapuskan untuk menanam nila dan teh. Berlanjut hingga tahun 1870, hampir semua jenis tanaman yang ditanam untuk tanam paksa dihapuskan, kecuali tanaman kopi. Akhirnya, pada tahun 1917, tanaman kopi yang diwajibkan untuk ditanam bagi rakyat di daerah Priangan juga dihapuskan.

c. Dampak Aturan Tanam Paksa
Dampak yang timbul dari pelaksanaan aturan tanam paksa dapat dibedakan menjadi dua, yakni keuntungan yang diperoleh pemerintah Belanda dan dampak aturan tanam paksa bagi bangsa Indonesia.

Dampak Aturan Tanam Paksa
1) Bagi Pemerintah Belanda
Pemerintah Belanda dapat mengatasi kesulitan keuangan.
Pemerintah Belanda dapat melunasi hutangnya.
Keuangan Belanda mengalami surplus (kelebihan).
Perusahaan Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

2) Bagi Rakyat Indonesia
Sisi Positif:
Petani mengenal jenis tanaman baru dari luar negeri.
Petani mengetahui daerah-daerah yang sesuai untuk jenis tanaman tertentu.
Petani mengetahui cara mengolah tanah dan memelihara tanaman ekspor.
Pasar internasional mengetahui hasil tanaman perdagangan Indonesia.

Sisi Negatif:
Lahan pertanian rakyat menjadi terbengkalai karena tidak terurus.
Gagal panen pertanian rakyat sehingga petani mengalami kerugian besar.
Timbul kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, dan kematian.
Mental bangsa turun karena merasa tertekan.

d. Reaksi terhadap pelaksanaan Aturan Tanam Paksa
Di Belanda, antara tahun 1850-1860, terjadi perdebatan antara kelompok yang setuju dengan kelompok yang menentang pelaksanaan tanam paksa. Kelompok yang menyetujui pelaksanaan tanam paksa terdiri dari pegawai-pegawai pemerintah dan pemegang saham perusahaan Nederlandsche Hendel Maatschappij (NHM) yang mendapat hak monopoli perdagangan. Adapun pihak yang menentang pelaksanaan tanam paksa terdiri atas kelompok dari kalangan agama dan kerohanian, serta golongan menengah yang meliputi pengusaha dan pedagang swasta yang iba atas penderitaan rakyat Indonesia.

Di sisi lain, golongan menengah menghendaki agar pemerintah bertindak sebagai pelindung, penyedia sarana dan prasarana, serta sebagai pengatur pelaksanaan hukum, keamanan, dan ketertiban.

Pada tahun 1870, perekonomian Hindia Belanda (Indonesia) mulai memasuki zaman liberal hingga tahun 1900. Kaum liberal atau kaum kapitalis berpendapat bahwa perkembangan ekonomi yang pesat (hasil kerja dari pihak-pihak swasta) akan meningkatkan kesejahteraan, sedangkan campur tangan pemerintah dalam perekonomian rakyat yang terus-menerus justru akan berdampak buruk untuk perekonomian dan kemakmuran rakyat.